KEBUMEN - Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kebumen mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Kebumen yang telah melakukan evaluasi terkait polemik fasilitas transportasi kontingen atlet pelajar pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Tengah 2026.
Evaluasi tersebut dilakukan Pemkab Kebumen pada Kamis (3/9/2026) setelah penggunaan mikrobus engkel untuk transportasi kontingen menjadi perhatian publik. Dalam evaluasi, pemerintah menjelaskan sejumlah faktor yang memengaruhi kebutuhan transportasi, mulai dari meningkatnya jumlah kontingen, bertambahnya cabang olahraga, hingga persebaran venue pertandingan di Kota Semarang, Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Pati.
Ketua PD IPM Kebumen, Agus Setiyawan, mengatakan pihaknya menghargai respons pemerintah yang telah membuka ruang evaluasi dan menyampaikan penjelasan kepada publik.
"Kami mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Kebumen yang sudah merespons persoalan ini melalui evaluasi. Bagi kami, ini merupakan langkah yang penting. Namun, evaluasi jangan berhenti pada klarifikasi atau persoalan armada. Yang lebih penting adalah memastikan hasil evaluasi tersebut menghasilkan perbaikan nyata bagi atlet pelajar," ujarnya.
Menurut IPM, polemik transportasi tersebut perlu dilihat sebagai bagian dari persoalan yang lebih luas, yaitu bagaimana pemerintah daerah merencanakan dan memberikan dukungan kepada pelajar yang mengikuti kompetisi olahraga.
IPM tidak ingin mempersempit persoalan hanya pada penggunaan bus engkel atau bus berukuran besar. Menurutnya, ukuran utama yang harus digunakan adalah keselamatan, kelayakan, kenyamanan, serta kemampuan fasilitas tersebut dalam menunjang kondisi fisik atlet selama mengikuti pertandingan.
"Bus engkel bukan satu-satunya persoalan. Pertanyaan yang lebih penting adalah apakah sistem transportasi yang direncanakan sudah mempertimbangkan kebutuhan atlet sebagai pelajar yang harus bertanding dalam kondisi prima," katanya.
IPM juga mencermati adanya pengakuan pemerintah mengenai kekurangan dalam perencanaan dan mitigasi risiko. Dalam evaluasi tersebut, kebutuhan anggaran POPDA 2026 juga disebut meningkat dari alokasi awal sekitar Rp391 juta menjadi sekitar Rp620 juta.
Karena itu, IPM Kebumen mendorong agar evaluasi tidak hanya menjadi respons terhadap persoalan yang viral, tetapi menjadi bahan pembenahan dalam perencanaan penyelenggaraan kontingen pada masa mendatang.
"Kami berharap pemerintah tidak hanya memperbaiki armadanya, tetapi juga memperbaiki sistem perencanaannya. Ketika jumlah atlet, cabang olahraga, venue, dan kebutuhan berubah, perencanaan juga harus mampu mengantisipasi perubahan tersebut," ujar Agus.
IPM Kebumen juga menyambut baik komitmen Bupati Kebumen untuk melakukan perbaikan terhadap fasilitas transportasi kontingen. Pemkab sebelumnya menyampaikan bahwa armada akan diganti agar atlet dapat beristirahat dan bertanding dengan lebih nyaman.
Namun, IPM menilai komitmen tersebut perlu dikawal sampai menjadi kebijakan yang lebih permanen.
"Kalau pemerintah sudah menyatakan akan memperbaiki, tugas kita sebagai pelajar bukan lagi sekadar memperdebatkan apa yang terjadi kemarin. Tugas kita adalah mengawal agar perbaikan itu benar-benar terjadi dan tidak terulang pada POPDA berikutnya," tegasnya.
IPM Kebumen juga mengajak masyarakat untuk tidak menjadikan atlet sebagai objek cibiran maupun bahan perdebatan. Menurut IPM, para atlet tetap harus mendapatkan apresiasi karena telah berjuang membawa nama Kabupaten Kebumen.
"Atlet jangan menjadi korban dari polemik ini. Mereka adalah pelajar yang sedang berjuang. Kritik harus diarahkan pada sistem dan kebijakan, bukan kepada anak-anak yang sedang bertanding," katanya.
IPM Kebumen menegaskan bahwa sikap tersebut merupakan bentuk partisipasi pelajar dalam mengawal kebijakan publik. IPM ingin memastikan bahwa suara pelajar tidak hanya muncul ketika sebuah persoalan menjadi viral, tetapi juga hadir dalam proses perbaikan setelah pemerintah memberikan respons.
"Kami tidak sedang mencari siapa yang salah. Kami ingin memastikan bahwa dari persoalan ini ada pembelajaran dan perubahan. Atlet pelajar harus mendapatkan fasilitas yang aman, layak, nyaman, dan mendukung prestasi mereka," pungkas Agus.